BANJARNEGARA – Sejumlah
korban diduga digerayangi saat diobati oleh Tkn. Dukun asal Desa Duren
Kecamatan Pagedongan ini dikenal bisa mengobati penyakit seperti
kesurupan. Sehingga banyak pasien yang berobat kepadanya.
Ilustrasi
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan yang masuk ke polisi yang tidak
terima digerayangi oleh pelaku. Jumlah korban yang dimintai keterangan
sampai saat ini lima orang.
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Heriyanto melalui Kanit PPA,
Aiptu Deberti Selfiana Doko mengatakan, dalam kasus ini satu orang yang
secara resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya.
Sedangkan empat orang lainnya menjadi saksi. “Tiga diantaranya anak di
bawah umur. Sedangkan yang dua sudah dewasa,” jelasnya.
Peristiwa ini bermula saat seorang gadis berusia 16 tahun mengalami
kesurupan Agustus silam. Lalu korban dibawa berobat ke seorang ustadz.
Namun ternyata masih sering kesurupan. Pihak keluarga lalu mengundang
Tkn yang dikenal bisa mengobati kesurupan untuk mengobati korban di
rumahnya, Kamis(13 /10).
“Saat itu dia berpesan kalau sakitnya kambuh lagi agar dibawa ke
rumahnya,” kata dia. Ternyata sakit yang diderita korban belum sembuh
benar.
Korban kembali mengalami kesurupan, sehingga korban dibawa ke rumah Tkn,
Senin (17/11). Oleh Tkn, korban diterapi di tempat yang biasa digunakan
untuk ruqyah.
“Saat itu korban disuruh duduk, lalu mulai ditotok punggungnya,”
jelasnya. Saat ditotok inilah, korban mulai kehilangan kesadarannya.
Pada saat itulah, diduga Tkn mencabuli korbannya.
Atas perbuatan yang diduga dilakukannya, Tkn dijerat dengan Pasal ayat
(1) UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor Tahun 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman minimal lima tahun dan
maksimal 15 tahun serta denda Rp 5 miliar. (drn/din)
Sumber: http://radarbanyumas.co.id/dukun-cabul-pagedongan-beraksi-tiga-korban-diantaranya-masih-anak-anak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Sumber: http://radarbanyumas.co.id/dukun-cabul-pagedongan-beraksi-tiga-korban-diantaranya-masih-anak-anak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
BANJARNEGARA – Sejumlah
korban diduga digerayangi saat diobati oleh Tkn. Dukun asal Desa Duren
Kecamatan Pagedongan ini dikenal bisa mengobati penyakit seperti
kesurupan. Sehingga banyak pasien yang berobat kepadanya.
Ilustrasi
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan yang masuk ke polisi yang tidak
terima digerayangi oleh pelaku. Jumlah korban yang dimintai keterangan
sampai saat ini lima orang.
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Heriyanto melalui Kanit PPA,
Aiptu Deberti Selfiana Doko mengatakan, dalam kasus ini satu orang yang
secara resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya.
Sedangkan empat orang lainnya menjadi saksi. “Tiga diantaranya anak di
bawah umur. Sedangkan yang dua sudah dewasa,” jelasnya.
Peristiwa ini bermula saat seorang gadis berusia 16 tahun mengalami
kesurupan Agustus silam. Lalu korban dibawa berobat ke seorang ustadz.
Namun ternyata masih sering kesurupan. Pihak keluarga lalu mengundang
Tkn yang dikenal bisa mengobati kesurupan untuk mengobati korban di
rumahnya, Kamis(13 /10).
“Saat itu dia berpesan kalau sakitnya kambuh lagi agar dibawa ke
rumahnya,” kata dia. Ternyata sakit yang diderita korban belum sembuh
benar.
Korban kembali mengalami kesurupan, sehingga korban dibawa ke rumah Tkn,
Senin (17/11). Oleh Tkn, korban diterapi di tempat yang biasa digunakan
untuk ruqyah.
“Saat itu korban disuruh duduk, lalu mulai ditotok punggungnya,”
jelasnya. Saat ditotok inilah, korban mulai kehilangan kesadarannya.
Pada saat itulah, diduga Tkn mencabuli korbannya.
Atas perbuatan yang diduga dilakukannya, Tkn dijerat dengan Pasal ayat
(1) UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor Tahun 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman minimal lima tahun dan
maksimal 15 tahun serta denda Rp 5 miliar. (drn/din)
Sumber: http://radarbanyumas.co.id/dukun-cabul-pagedongan-beraksi-tiga-korban-diantaranya-masih-anak-anak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Sumber: http://radarbanyumas.co.id/dukun-cabul-pagedongan-beraksi-tiga-korban-diantaranya-masih-anak-anak/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar